Selasa, 10 November 2015

Latihan Dasar Kepemimpinan


Aktivitas kampus salah satunya membekali mahasiswa dengan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Ini bertujuan mahasiswa mampu menjadi seorang pemimpin dalam organisasi bahkan komonitasnya. Banyak yang bisa di peroleh dan itu akan membentuk diri mahasiswa.



Akhir Pekan


Mengisi akhir pekan ke wisata sungai ngelo di magelang. Seru-seruan...




Hunting Foto di Merapi








Musang 2015 Super JIMO


Musyawarah anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Super JIMO, (7-8/11/15) di Blunyahrejo Karangwaru, Yogyakarta.


Pekerjaan Harus Kah Sesuai Disiplin Ilmu?

Pekerjaan Harus Sesuai
Disiplin Ilmu?
            Disiplin ilmu selalu melekat dalam kehidupan mahasiswa, karna ketika seorang mahasiswa masuk ke sebuah universitas suatu sekolah tinggi, mereka semestinya sudah memiliki gambaran untuk memilih disiplin ilmu atau disiplin akademik yang memungkinkan bisa dikuasainya.
            Mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih, karna studi biasanya menawarkan beberapa disiplin ilmu. Namun ada hambatan bagi mahasiswa, jurusan yang ingin mereka tekuni sering berbeda dengan harapan orang tua. Ini menimbulkan kesulitan banyak mahasiswa.
            Tentunya ketika seorang mahasiswa memilih program studi atau disiplin ilmunya, sudah ada proyeksi pilihan kerja yang di inginkan oleh mahasiswa. Ini semacam penyakit lama, dialami setiap mahasiswa baik yang sebentar lagi lulus atau yang sudah selesai diwisuda. Kami sebagai dosen dan kampus juga terus berpikir bagaimana mahasiswa yang kami didik dapat diterima dilapangan pekerjaan. Kami juga sering memotivasi mahasiswa untuk memiliki skill dan mempunyai gambaran ketika lulus mau masuk di dunia kerja yang seperti apa,”jelas Muh Kus Yunanto SIP, salah seorang dosen STIA “AAN”Yogyakarta.
“Pengalaman berorganisasi di kampus juga bisa menjadi bekal bagi mahasiswa, seperti banyak mengikuti aktivitas atau kegiatan yang positif selama menjadi mahasiswa. Setidaknya, mempunya gambaran mahasiswa tersebut memiliki pengalaman yang banyak.”
            Kus berharap, mahasiswa bisa bersaing di dunia kerja ke depan. Dengan terus belajar dikampus dan sering terlibat dalam organisasi, baik di dalam kampus maupun luar kampus. Sebab, belajar didalam kampus maupun di luar kampus akan sangat membantu dalam proses kompnikasi dengan khalayak umum, untuk memperluas relasi. Dengan begitu, bisa membuka peluang memperoleh pekerjaan sesuai diharapkan.
            Rini, mahasiswa Prodi Perbankan sebuah universitas menambahkan, “ Tidak sepenuhnya jurusan yang saya jalani atau sedang saya pelajari saat ini menjadi utama, karena kelak jika lulus nanti saya tetap ingin menjadi wirausahawan muda. Namun bagaimanapun saya tetap memprioritaskan untuk bekerja di bank.”
            “ Pekerjaan saya saat ini hampir sesuai dengan disiplin ilmu yang saya peroleh di kampus. Selama pekerjaan itu baik, tidak menjadi masalah. Tergantung passion-nya masing-masing.” Ungkap Ratriana, Alumnus STIA “AAN” Yogyakarta, yang saat ini bekerja dibagian “Tele marketing.”
            Maya, mahasiswa UNY angkatan 2013 menambahkan, “ Saya berusaha tetap fokus pada disiplin ilmu yang dipilih, karna itu merupakan pilihan saya. Orang tua tidak tahu, mereka hanya memberikan dukungan, karna apapun pilihan saya, orang tua tetap mengiyakan.”
            Suharto, salah satu orang tua mahasiswa mengamini, “ Seharusnya yah tetap sesuai dengan prodi apa yang telah diambil sekarang, karna bagaimanpun kami sebagai otang tua yang membiyayai. Tetapi ketika keninginan anak lain, ya sudah orang tua hanya bisa memotivasi memberi dukungan.”
            Menanggapi fenomena ini, Drs Tjihnoh W MSI, dosen Pengembangan Organisasi dan Birokrasi STIA “AAN”, menegaskan “ Kampus tidak menjamin kehidupan mahasiswa di sepanjang kehidupan mahasiswanya, tergantung kepada mahasiswa itu sendiri. Pengalaman berorganisasi di kampus juga bisa menjadi bekal bagi mahasiswa, seperti banyak mengikuti aktivitas atau kegiatan yang positif selama menjadi mahasiswa. Meskipun sebenarnya orentasinya bukan untuk itu, setidaknya mempunya gambaran mahasiswa tersebut terbukti memiliki pengalaman yang banyak.”
“ Saya selalu menekankan kepada mahasiswa saya untuk memilih pekerjaan yang bisa memberikan gaji yang tinggi, namun ia juga harus mampu menunjukan kualitas bagi pekerjaan yang dipilih,” jelas Tjihno lagi.
            Kemudian yang paling terakhir dan paling terpenting, mahasiswa jangan lupa konsultasi dengan orang tua atau keluarga. Karena, ketika kita dekat dengan orang tua setidaknya mendiskusikan pilihan untuk memilih disiplin ilmu dan lapangan pekerjaan, orang tua selalu hadir mendukung anak-anaknya, dan tidak lupa mendoakan.
            Di Jakarta, Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amich Alhumami, kepada media mengatakan, pertumbuhan program studi idealnya selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan pembangunan, tidak hanya mengikuti fenomena tren tertentu. Jika program studi tertentu terlalu berlebihan jumlahnya, dikhawatirkan jumlah lulusan tidak seimbang dengan kebutuhan, lalu memicu pengangguran terdidik di Indonesia.

Oleh: Lio Bijumes

Telah dimuat pertamakali SwaraKampus  Kedaulatan Rakyat, selasa 27 Januari 2015

Sabtu, 07 November 2015

Pentingnya Berorganisasi

Pentingnya Berorganisasi
            Organisasi intera kampus merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendapat pendanaan kegiatan dari pengelola kampus bahkan juga kementerian/ lembaga.
            Bentuknya bermacam-macam seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Pembina Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Mahasiswa Pncinta Alam (Mapala) dan beberapa lagi lainya.
            Belum lama ini kampus STIA “AAN” Yogyakarta mengadakan kegiatan yang berorentasi pada pentingnya berorganisasi. Tujuanya, ketika mahasiswa berada di lingkungan masyarakat dapat mengembangkan cara berorganisasi yang telah didapatnya, pakar organisasi mengungkapkan, pengertian organisasi merupakan tata hubungan sosial. Dalam hal ini, seorang individu sedang melakukan proses interaksi dengan sesamanya dalam kegiatan yang disebut organisasi.
            “ Organisasi adalah wadah mahasiswa yang belajar, berkarya, berinovasi. Lakukan agar bisa lebih berkembang dan mengembangkan diri. Dulu, tokoh-tokoh Indonesia juga aktif berorganisasi. Oleh sebap itulah, kegiatan mahasiswa harus berorentasi kepada masyarakat,” ujar Drs Arif Kuncoro DP MPA, Ketua STIA “AAN” Yogyakarta. Sedangkan Daris Yulyanto, SIP, MPA, Ketua bidang kemahasiswaan menyatakan, organisasi bisa menjadi sarana mahasiswa mengembangkan pengabdian sesuai Tri Dharma perguruan tinggi.
            “ Setiap mahasiswa harus mampu menyeimbangkan antara kuliah, organisasi dan kepentingan diri. Daya merasa, banyak hal yang bisa didapat dari aktivitas berorganisasi,” ujar Dedi dan Rizky, mahasiswa semester pertama yang juga peserta kegiatan. Merka mengaku, selama studi mereka mendapat sarana penempaan diri dalam hal merubah cara berpikir, bersikap, dan persepsi tentang masalah yang terjadi disekitarnya.
            Pada akhirnya, adalah penting bagi setiap mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam organisasi. Dengan demikian merka bisa memperoleh berbagai ilmu dari luar jam kuliah yang pada akhirnya bermanfaat bagi masyarakat. “ yang penting usahakan untuk selalu merasa senang,” pungkas Edy, salah satu alumni organisasi kampus.
Oleh: Lio Bijumes

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, Selas 19 Desember  2014


STIA “AAN” Lakukan Bulan Bhakti Lingkungan

STIA “AAN” Lakukan Bulan Bhakti Lingkungan
 penulis: Lio Bijumes
“ Para mahsiswa STIA “AAN” Yogyakarta membersihkan lingkungan di sekitar wilayah Belunyaherjo, kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta.

Bulan ini (Desember 2013) menjadi bulan yang cukup penting bagi keluarga Mahasiswa Papala AGNY dan para anggota komonitas UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA) “AAN” Yogyakarta. Kenapa? Karena mereka sepakat memanfaatkan hari-hari dibulan terakhir ini sebagai “ Bulan Bakti Lingkungan.”
Kegiatan mahasiswa ini tidak hanya dilakukan dengan menanam pohon melainkan juga membersihkan lingkungan disekitar Kalibuntung yang ada di wilayah Bluyaherjo dan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Di tempat itulah para mahasiswa melakukan kegiatan social dengan cara kerja bhakti.
“ Kegiatan kami disambut baik oleh warga dan tokoh masyarakat karena masalah lingkungan makin lama makin meluas dan makin serius. Ibarat bola saljuyang terus menggelinding semakin besar, persoalan lingkungan  tak bisa diatasi oleh orang per seorangan dan kelompok, melainkan harus diselesaikan secara bersama-sama,” tutur Maya, Ketua Panitia.
Ia menambahkan, persoalan lingkingan ini tak hanyabersifat local melainkan juga regional dan global. “ perkara ini memiliki multi mata rantai yang saling mempengaruhi secara subsistem. Jika satu aspek kena masalah, aspek yang lain akan terkena dampaknya sehingga kita memerlukan kerja yang mengacu pada pola sinergi dari berbagai elemen.”
Menurut maya, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu contoh kegiatan yang harus tetap dilakukan dan di kembangkan dikampusnya agar para mahasiswa yang lain memiliki kepedulian terhadap lingkungan. “ Saya juga berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai memiliki kepekaan yang sama, apalagi bagi kami para pencinta alam yang jelas berkomitmen  untuk peduli  dan memiliki kecintaan yang tinggi pada alam,” tambahanya.

Rencananya, kegiatan seperti ini akan dilangsungkan secara berkala. Terlebih lagi para tohoh masyarakat dilingkungan itu mendukung penuh upaya para mahasiswa yang tergabung dalam Mapala AGNY, “Kami merasa sangat terbantu. Bahkan berharap agar kerjasama seperti ini dijalankan secara rutin dengan cara sebulan sekali mengadakan pertemuan untuk membahas agenda akan datang, “ pungkas tokoh masyarakat pnggiran Kali Buntung.

Ketua STIA AAN “ Tingkatkan Moralitas Bangsa


Penulis:Lio Bijumes
Memperingati hari diknas 2014  beberapa hari yang lalu, adalah momentum bagi segenap elemen pendidikan di Indonesia untuk tak hanya bercermin dan merenung tak hanya sosok Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan nasional, melainkan juga untuk menjadi sarana meningkatkan system dan kualitas pendidikan. Sebab pendidikan merupakan dasar yang kuat, kokoh sekaligus harapan dan nafas dari identitas suatu bangsa berdasarkan Pancasila.
Momentum seperti itu di manfaatkan oleh Keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi “AAN” Yogyakarta (Sabtu,03/05/14) untuk melakukan pelantikan Ketua STIA “AAN” Yogyakarta periode 2014-2018, Drs Arif Kuncoro Dwi  Putranto, MPA. “Ke depan, kita harus lebih mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai generasi penerus yang berkualitas serta meningkatkan sumberdaya manusia yang berkompeten, handal, dan mampu bersaing dengan perkembangan jaman saat ini yang sesuai dengan Visi-Misi kata, “Ketua STIA dalam sambutanya didepan pengurus Yayasan Notokusumo, para dosen dan mahasiswa.
Senada dengan itu Drs HM Suhadi MM, Ketua STIA “AAN” sebelumnya beserta segenap jajaran pimpinan menyatakan,” Semoga Ketua yang baru dapat mengemban amanah dari seluruh keluarga besar STIA “AAN” Yogyakarta hingga tugasnya berakhir. Kami percaya STIA AAN akan tetap eksis ditengah masyarakat.”
Tidak hanya itu. Dalam rangka memperingati hari pendidika nasional para dosen dan pengurus memiliki harapan besar kepada para mahasiswa agar menjadi sosok yang berguna bagi masyarakat dan bangsa.
“ Yang paling penting sekarang ini adalah meningkatkan moralitas bangsa untuk menciptakan karakter bangsa yang beradab sesuai landasan pancasila. Untuk itu, mahasiswa sebagai kaum intelektual, sebagai agen perubahan, harus lebih bersemangat lagi. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini pula, mahasiswa harus bangkit untuk membuktikan bahwa semangat kita untuk membaca dinamika yang terjadi masih tertanam kuat,” tuturnya.