Sabtu, 07 November 2015

"Tongsis" dan Waktu Luanng


Ketika waktu luang, banyak hal bisa dilakukan. Olahraga, berwisata, naik gunung, bahkan mengunjungi tempat yang layak didokumentasikan. Nah, berbicara soal dokumentasi ini, sekarang sudah musimnya “togsis”
            TONGSIS singkatan dari Tongkat Narsis, sebuah benda bernama “selfie stick” yang biasa digunakan sebagai alat bantu untuk memotret kelompok maupun individu. Istilah sekarang narsis dengan menggunakan telepon seluler. Ketika objek berjumlah cukup banyak, Tongsis bisa dibikin panjang  mampu memberi jawaban. Bahkan juga saat pengen mengambil latar belakang foto yang luas dan bagus.
            “ Togsis sangat membantu apalagi kalau jalan sendiri saat mengunjungi museum, pantai, dan tempat wisata lainya. Aku pernah pakai saat datang ke Museum Batik Yogyakarta di Jl Dr. Sutomo. Nggak perlu repot meminta bantuan karna tinggal ambil Tongsis langsung foto,” ujar Galih Salah satu pengguna.
            Tak hanya itu, juga sangat membantu ketika ingin ber-sefie dengan teman-teman. Meurut data, alat ini kali pertama dubuat dan dipatenkan oleh Anindito Respati Giyardani dari Indonesia. Maka tididak mungkin Indonesia dianggap menjadi populer dalam Tongsis yang mulai menjadi fenomena 2014 lalu.
            Menurut amatan. Kecintaan masyarakat terhadap keinginan untuk ber-selfie ini menginspirasi penciptanya untuk membuat sebuah alat bantu yang dapat digunakan untuk foto bersama lebih jumlah pbyek yang banyak. “ Menggunakan Tongsis ini baru-baru saja, walaupun tren-nya sudah tahun lalu. Mahasiswa seperti saya yang senang mendaki gunung dan menjelajah alam tentu sangat terbantu. Banyak kegiatan yang dapat di dokumentasikan,” Desi seorang mahasiswa pencinta alam
            Ciptaan yang melahirkan budaya baru dikalangan muda dan mahasiswa ini memang sangat di sukai. Khususnya mereka yang tengah memanfaatkan waktu luang. Namun demikian, ada baiknya melihat kondisi sekitar saat memakai Tongsis terutama ketika ber-selfie-ria di pinggir jalan raya.
***
            Memang, setiap mahasiswa punya kewajiban belajar. Setiap hari, mereka menghabiskan waktu menuntut ilmu dikampus sekaligus merampungkan tugas dosen.
Selain tugas, mereka kadang disibukan kegiatan kampus yang memakan waktu lumayan banyak. Akibatnya, tak sedikit yang merasa jenuh dan bosan. Apalagi ketika akan melaksanakan Ulangan Akhir Semester (UAS). Mereka sangat sibuk belajar agar memperoleh IP (Indeks Prestasi) yang bagus. Saat ini mahasiswa merasa capek sekaligus butuh waktu luang. Entah sebentar atau lama. Sebab saat itu adalah waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan badan dan pikiran.
            Menurut Destiana Puspitasari, mahasiswi Jurusan Fakultas Ekonomi Universitas Muhamadiah Purworejo, ia kerap menggunakan waktu luang untuk berwisata. “ Aku biasanya ke waduk Sermo. Meski terletak di wilayah Kabupaten Kulonprogo, tetapi tergolong deket dari Purworejo,” tuturnya sambil bercerita bahwa ia ke obyek wisata Sermo dengan teman-temannya, “ Mereka enyukai dan bahkan sangat menikmati waktu luangsebaik mungkin,” tambahnya.
            Hal senada diungkapkan Ryandhani Pambayu mahasiswa Jurusan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Setiap waktu luang, ia memilih mendatang obyek wisata bukit Paralayang di Parangtritis, wilayah Kabupaten Bantul. “Aku dan teman-teman sangat menikmati suasana dan keindahan tempat yang terletak di puncak bukit Paralayang itu,” ungkapnya
            Beda lagi dengan Wahyu Setio Pambudi mahasiswa jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga Akademi Maritim Yogyakarta. Ia mengaku, saat liburan tiba lebih memilih mengisi waktu luang dengan bermain sepak bola. “ Juga terlibat pertandinganseperti saat keseblasan Elang Timur melawan Gazela,” akunya, dengan ikut pertandingan Wahyu mencoba mengisi waktu luangnya. “ Yang penting tidak menimbulkan perselisihan apalagi bentrok, sebab dalam pertandingan sepakbola yang harus mengemuka adalah sikap sportif berbingkai “fair play” itu yang penting,” jelasnya.

Penulis: Lio Bijumes



0 komentar:

Posting Komentar